Tentang Buku "Entrok" dan Marni: Perempuan, Mimpi Kecil, dan Luka Besar
.jpeg)
Entrok, entrok, dan entrok. Kalau ada orang yang bertanya kepadaku, novel Indonesia dengan latar tahun 60-an terbaik versiku, akan aku jawab "Entrok-nya Mba Okky". Sebuah kisah yang mengguncang, menghantam kesadaran, dan meninggalkan luka yang tidak segera sembuh. Novel Entrok (2010) adalah debut dari Okky Madasari, yang kemudian dikenal sebagai penulis sastra sosial-politik. Buku ini membuka jalan bagi tema-tema besar seperti kebebasan, kekuasaan, dan identitas dalam karya-karya selanjutnya. Salah satu kutipan favoritku di buku ini: Kutipan ini muncul di awal novel, dan awalnya kukira ini adalah kalimat romantis antara pria dan wanita. Ternyata aku salah besar — dan aku baru menyadarinya setelah menyelesaikan cerita. Okky Madasari sangat lihai dalam meletakkan latar waktu di novelnya. Kutipan di atas adalah di "masa sekarang" dan cerita di lanjut dengan sudut pandang Marni di masa lalu . Seorang wanita Jawa miskin dan buta huruf yang hanya tinggal dengan ibunya ...