English Debate Cuman Lomba Bacot??

Apa yang pertama kali kalian pikirin kalau denger "Lomba Debat" ??

Kalo pengalamanku nih ya, temen temen yang pada awam bakalan bilang;


"Hala mek bondo bacot" (oh hanya modal bicara)

"Hala lek nyocot tok aku yo isok"(ah kalau bicara saja aku juga bisa)

"Hah?! Debat onok lombae?"(ha?debat ada lombanya?)

Beberapa kalimat yang aku terima waktu teman-temanku tau aku ikutan lomba debat.


Okelah, aku nggak akan denial memang faktor utamanya "berdebat" ya bacot (bicara). Tapi kalau kita mau cari tau tentang "what is lomba debat?" Well, it is more than what you've seen visually and what you've heard verbally.


Slightly throwback pertama kali aku masuk ke dunia perdebatan; Dipaksa. Dipaksa karena kurangnya "debater" buat bikin tim debat untuk ikut newbie competition. Ikut karena terpaksa is another level of joke sih πŸ˜„πŸ˜„ 


Okey singkat cerita tim kita menang 4th place + best speaker. First money, first trophy, first debate competition ambiance. Not bad lah.


Is that really that hard? At first, YES IT WAS.


RISET RISET RISET 

Siapa yang bilang lomba debat hanya bacot doang harus nyobain ikut latihan beneran siih.

Gimana kalau tiba tiba kalian dapat mosi 

"As a millennial, THBT it is better to establish our own political party rather than join the available party"


Well, silahkan yang bilang debat itu bacot doang, silahkan di case build :) 

Untuk membuat speech yang bagus dan berbobot diperlukan sistematika dan bukti yang relevan dengan pembahasan. Contoh saja mosi diatas, nggak bisa dong langsung bicara nyeplos aja, kita harus tau dulu apa latar belakang, apa masalah yang bisa diidentifikasi, apa mekanisme nya, baru bisa berpendapat. 

Itulah kenapa riset perlu. Riset, baca, riset, baca, riset lagi, baca lagi. Gitu terus gais beneran sampe bosen. Buku, artikel, jurnal, cnn, bbc, al jazeera, kompas, jawapos, udah jadi kayak sahabat sejati tempat memberi informasi, hahaha.....

Speech dan beberapa note waktu aku latihan debat


Karena kita butuh informasi sebanyak-banyaknya buat bikin speech yang bagus, buat rebuttal lawan kita, buat provide proof yang relevan untuk argumen kita dan pastinya buat menangin match nya :) Karena itu ndak cuman seni berbacot coyyy...


NO SMART NO PARTY

Apabilaa kalian merasa kapasitas otak dan manajemen waktu kalian masih payah, aku sangat tidak menyarankan ikut debat. hahahaha... no offense guys, ngga debat doang kok, tapi kegiatan lain juga, karena sejatinya semua butuh di manage, waktu dan energi itu bukan unlimited resources. 

trus maksud no smart no party apaan bil?

Jadi gini guys, anak debate tuh pasti pinter. Nggak boleh nggak, kenapa? Segitu banyaknya knowledge yang harus mereka cerna dalam watu yang relatif singkat adalah hal yang sangat luar biasaa effortful. Belum lagi mereka statusnya masih pada siswa dan mahasiswa yang masih dibebani sama mapel dan matkul..... emang kesanya aku glorifikasi sihyaa,.. tapi i aint making up story gaisss im swear!

Speech ku, waktu lomba oleh Rotary Foundation


Lebih ke pengalamanku pribadi sih. Semua teman yang aku kenal di debate itu pada pinter in both academic and debate gaiss... serius. Mungkin udah biasa otaknya buat mikir jadi mikir pelajaran pun ez pz lemon squeezy gaisss...

What about me? Well, its not for me to determine whether i am still considered as smart or not yaaa.. wkwkw karna kan yang nilai aku orang lain,, but coba kalian tanya temanku aja hehehehe....

Manajemen waktu juga jadi sangat esensial sekali saat kamu memutuskan untuk menjadi debater. Because you will spend your time not only for debate, practice, and research but also for your obligation as a scholar and student. Bisa bisa di kick-out kalian ntar kalau alasan ga nugas gara gara debat wkwkwkw (sumpah aku ga pernah lo gaiss...)πŸ˜ƒ


FROM INTERNAL TO INTERNATIONAL

Buat yang bilang "hah debat ada lombanya?" 
Eh andaaaa yaaa, apakah tinggal di goa?? (Bercandaa gaisss...)

Jawabanya, ADA. Dari level internal kayak antar kelas di sekolah, antar jurusan, atau antar fakultas sampai WUDC alias World Univery Debate Championship yang isinya Ivy league, oxford, dan college² top 10 worldwide wkwkwkw.

Kalau di Indonesia sendiri ada NUDC (National University Debate Championship) yang untuk sekelas varsity. Kalau yang level sekolah menengah ada NSDC (National School Debate Competition) nah tuh yang pengen iku seluruh Indonesia dong...

Kampus-kampus juga banyak banget yang ngadain lomba debate. Bisa dibawah naungan organisasi English Club nya, atau himpunan mahasiswa nya, dll. Contohnya kaya ALSA UI Debate. Search coba kawand...πŸ˜‚πŸ˜‚

Ada cuan emang? 

Ya adalahhhhhh,,, seriusan anda.  Cukup banyak lahyaa, biarpun ngga sebanyak menang MLBB pro-player competition πŸ˜ŒπŸ˜‚ tapi worthy banget+nambah temen+nambah wawasan(ini yang priceless) dan benefit laen yang ngga isa disebutin explicitly😍

As a conclusion everyone. Debate is not just a bacot stuff. It is an art of being vocal in your argument and opinion. It is the way you express your intelligence through each motion, verbally.

Aku sebagai debater, feel lucky enough sudah masuk ke dunia perdebatan. Debate change my vision and how I see everything, that everything always has POV and bad things are not inherently bad and good things aren't inherently good, so be aware. Yet through debate, I could get the skill to be an open-minded, nerdy, pretty, and sassyπŸ’–πŸ‘„

Warm regards! Ciao
-Nabil



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Very long poem

this is what with you felt like