Hustle Culture, Burnout, dan Excuse-ku
Ayah bilang, "kalau masih muda, kerja terus aja nggak papa, selagi bisa, all out aja" Ketika aku memutuskan untuk belajar multitasking, aku tidak pernah percaya pada diriku sendiri. Namun, sampai detik ini aku menulis blog, aku sedang multitasking. Bukan, aku bukan akan meromantisasi budaya hustle. Tidak. Namun, lebih kepada, bagaimana kita bisa membiasakan diri kita, dengan multitasking. Aku, 20 tahun. Mahasiswa, guru freelance, volunteer organisasi nirlaba. Bagi sebagian orang besar, mungkin apa yang aku lakukan sangatlah kecil dan sedikit. Tapi bagiku tidak. Perjalanan hidupku dimulai dari saat aku memutuskan untuk mengambil tawaran mengajar kelompok belajar teman ibuku—bahasa Inggris. Hingga disini, total 30+ anak pernah aku ajari dan didik, hingga tersisa 12 orang sampai sekarang. Ditengah kesibukanku menjadi seorang mahasiswa sambil bekerja, rasa burn out pastilah kualami. Melihat teman-temanku menghabiskan akhir pekanya ketika aku harus bekerja hingga malam....